Ungkap Rasa Kemanusiaan atas Palestina

Oleh: Dzaikra Nabila Ramadhani dari UIN Sunan Kalijaga

JurnalPost.com – Penyerangan yang dilakukan Israel ke Palestina sangatlah gendeng. Bagaimana tidak? Puluhan tahun Israel menjajah Palestina tanpa rasa khilaf, justru menjajah dengan buas. Dari bayi yang baru lahir hingga lansia, tanpa pandang usia, agama, dan negara. Semua diluluhlantakkan. Dimana rasa kemanusiaannya? Apakah tidak ada Hak Asasi Manusia? Apakah Israel sudah mati hatinya?

LATAR
Sejarah konflik Israel-Palestina berawal dari Deklarasi Balfour pada 1917 yang menjanjikan pendirian rumah nasional bagi orang Yahudi di Palestina, sehingga memicu gerakan Zionis dan terjadi imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke wilayah Palestina.

Pada tahun 1948, setelah berakhirnya mandat Inggris, pembentukan negara Israel menyebabkan pengusiran massal warga Palestina dari tanah air mereka, menjadikan mereka pengungsi dan kehilangan hak mereka atas wilayah Palestina. Peristiwa-peristiwa ini memicu konflik jangka panjang antara Israel dan Palestina. Isu isu status Yerusalem, pengungsi Palestina, dan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang menjadi perselisihan mempersulit upaya perdamaian.

Konflik antara Israel dan Palestina yang kembali memanas sejak 7 Oktober 2023. Pemicunya adalah serangkaian peristiwa dan ketegangan di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Pada awal Oktober 2023, terjadi pergesekan antara aparat keamanan Israel dan warga Palestina di Yerusalem terkait pembatasan akses ke Masjid Al-Aqsa. Bentrokan kemudian memuncak menjadi baku tembak dan serangan roket antara militan Palestina dan pasukan Israel di Jalur Gaza. Situasi ini diperburuk oleh serangan balasan Israel terhadap infrastruktur Palestina dan posisi militan di Gaza.

Sengketa wilayah juga menjadi sumber utama konflik antara Israel dan Palestina. Kedua belah pihak mengklaim Yerusalem, Tepi Barat, dan Jalur Gaza sebagai tempat suci yang memiliki budaya yang penting. Mereka memiliki perbedaan pandangan politik, tujuan nasional, dan kepentingan keamaan yang saling berseberangan. Konflik tersebut juga dipengaruhi oleh campur tangan dan dukungan dari pihak eksternal seperti negara-negara Arab dan negara-negara Barat. Permasalahan politik dan keamanan ini seringkali memicu kekerasan dan pertikaian antara Palestina dan Israel, sehingga menghambat upaya penyelesaian konflik secara berkelanjutan.

Baca Juga  DPW JOIN Sulsel Gelar Rapat Evaluasi Internal

KACAMATA DUNIA
Konflik ini menimbulkan kecaman dunia dari berbagai negara, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sidang yang baru-baru ini dilaksanakan terkait konflik Israel-Palestina, pertama kalinya PBB menyetujui gencatan senjata di Gaza, namun Amerika Serikat (AS) selalu menjawab dengan abstain. Abstain ini maksudnya tidak memberikan suara setuju maupun menolak.
Tidak hanya perwakilan negara-negara yang menjadi anggota PBB saja. Masyarakat dunia pun juga ikut menyuarakaan perdamaian di Gaza. Integrasi secara internasional dari seluruh penjuru negara bersatu untuk menyuarakan aksi dalam perdamaian, dalam penumpasan genosida, untuk meminta keadilan, demo di kedubes Israel, demo di pemerintahan, hingga demo di media sosial. Semua kami lakukan untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina ini.

PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA
Sekitar 33.091 masyarakat Palestina tewas dan sebanyak 75.750 mengalami luka-luka dalam serangan Israel sejak 7 Oktober 2023. Lebih dari 14.000 anak-anak, 136 jurnalis, dan ratusan pekerja medis Palestina tewas di Jalur Gaza. United Nations Relief and Works Agency (UNRWA) mengatakan bahwa 173 staf dari PBB terbunuh di Gaza. Menurut UNRWA, 1.7 juta warga Palestina mengungsi di Gaza dan 1.5 juta lainnya berlindung di Rafah.

Sebanyak 135 negara anggota pbb mengakui negara Palestina. Dan mengecam Israel dan mengutuk Israel. Dan 48 kali pbb sidang tentang Palestina. Peembagian wilayah sudah dibagi secara baik oleh pbb, namun pihak Israel tetap bersikeras. Semua hal sudah dikeluarkan oleh pbb, pengeboman rumah sakit, tembok pemisah, gencatan sejata suda dikeluarkan pbb, tapi tidak satupun bangsa biadap Israel ini mengikuti aturan dari pbb. Israel adalah pembunuh, didepan dengan suka-suka, secara brutal oleh Israel.

“Tidak ada tempat paling aman, tempat paling amanku hanya disurga.” tegas mereka.

Baca Juga  Ramadan Bersama Semen Tonasa Merajut Kebersamaan dalam Keikhlasan Berbagi di Bulan Suci

Saat ini masyarakat Gaza kekurangan pasokan makanan, obat-obatan, dan barang-barang kebutuhan dasar lainnya. Seluruh penjuru dunia sudah berusaha keras untuk memberikan bantuan ke Gaza. Bagaimana bisa kekurangan pasokan!? Israel memblokade wilayah dan jalur-jalur yang menuju Palestina. Bagaikan burung dalam sangkar. Mereka merasa tidak tau mimpi mereka untuk masa depan dan mempertanyakan apakah mereka masih hidup di masa depan.
Tidak adanya rasa simpati untuk Israel karena selama 6 bulan terakhir informasi-informasi tentang Gaza, tentang Palestina, hingga anak-anak Gaza yang tidak bersalah menghantui pikiran penulis. Semua masyarakat dunia selalu berdoa untuk orang di Gaza. Mereka kehilangan semua orang yang mereka cintai rumah mereka dan semua mimpi hingga impian mereka kehilangan.

UPAYA PERDAMAIAN
Palestina adalah negara yang perlu diperjuangkan. Diperjuangkan haknya, perjuangkan tanahnya, dan perjuangkan solusi damai yang dapat mengakhiri konflik berkepanjangan ini. Tidak perlu jadi orang muslim, tidak perlu jadi orang nasrani. Yang penting punya hati nurani. Hati nurani yang penting, dari tuhan. Hati nurani kita terguncang oleh apa yang terjadi di Palestina. Tidak memandang dia bangsa apa dia apa. Hati nuranilah yang berbicara. Hati nurani tidak hanya terguncang tapi juga tercabik-cabik. “People who call themselves supporters of Israel are actually supporters of its moral degeneration and ultimate destruction.”-Noam Chomsky

Referensi:
Tian Adhia Nugraha; Audry Maura. Jurnal Hubungan Luar Negeri Vol. 8 No. 2, Jul-Des 2023 Analisis Politik luar negeri indonesia: promosi ‘keamanan manusia’ di Palestina
Simela victor muhamad. Info singkat. Vol. Xv, no. 20/II/Pusaka/Oktober/2023. Konflik Palestina (hamas)-Israel

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *