Peran Perempuan dalam Dunia Politik dan Parlementer di Indonesia

Oleh : Aryo A. Septrian

JurnalPost.com – Kesetaraan gender selalu menjadi topik yang penting untuk dibahas, salah satu masalah yang kerap kita hadapi dalam proses penyetaraan gender adalah kesenjangan kesempatan antara laki-laki dan perempuan di berbagai sektor kehidupan. Salah satu faktor utama terjadinya kesenjangan ini adalah pelanggengan praktek kebudayaan patriarki yang terus terjadi di tengah masyarakat kita. Selain itu kurangnya keterwakilan perempuan di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat menambah daftar panjang faktor pendukung ketidaksetaraan gender di Indonesia.

Seperti di dunia politik angka keterwakilan perempuan masih sangat rendah bahkan Indonesia masuk kedalam salah satu negara di Asia Tenggara dengan angka keterwakilan perempuan terendah di parlemen. Rendahnya angka keterwakilan perempuan di politik membawa dampak pada isu kebijakan mengenai kesetaraan gender dimana pemerintah dianggap kurang sensitif terhadap kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi oleh perempuan. Keterlibatan perempuan di dunia politik sangat penting sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan dan kesetaraan gender di Indonesia. Dengan melibatkan lebih banyak perempuan di dunia politik merupakan langkah awal yang baik untuk upaya kesetaraan gender di Indonesia. Dengan hadirnya peran perempuan di dunia politik memungkinkan suara perempuan yang selama ini menjadi kelompok yang termarjinalkan dapat terwakilkan.

Dalam prosesnya keterlibatan perempuan di dunia politik tidaklah mudah, perempuan terus dihadapkan dengan berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar perempuan dalam dunia politik adalah streotip dan stigma gender yang masih mengakar pada masyarakat kita. Streotip yang ada tidak lain dan tidak bukan merupakan buah hasil kebudayaan patriarki yang masih sering dinormalisasikan. Kebudayaan patriarki ini juga berakar dari kebudayaan,, agama, serta sejarah yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, dimana perempuan terus diposisikan sebagai kelompok subordinan. Pandangan mengenai dunia politik yang identik dengan urusan laki-laki dan perempuan yang dianggap lebih cocok bekerja di ranah domestik masih menjadi penghambat yang signifikan.

Dilihat dari data yang ada hanya sedikit perempuan yang berkesempatan bekerja di lembaga pemerintahan terutama pada level tertentu. Seperti contohnya pada level kepemimpinan dan tatanan kerja perempuan hanya sebanyak 0,78% ini sangat berbanding terbalik dengan presentasi keterlibatan laki-laki pada level ini. Perempuan dengan stigrma lemah dan tidak layak yang terus melekat pada dirinya membuat perempuan terus di posisikan sebagai kelompok dibawah standar dalam dunia perpolitikan.

Baca Juga  Humaira Coffee, Konsep Ngopi With the View yang Berada di Kawasan Puncak Bogor

Usaha guna meningkatkan keterlibatan perempuan dalam dunia politik terus dilakukan salah satunya dengan cara pelaksanaan Grand Design Peningkatan Perempuan di Lembaga Legislatif. Melalui metode ini pemerintah mencoba untuk memberikan solusi berbasis pendidikan politik dengan melibatkan lebih banyak perempuan untuk berperan aktif didalamnya. Selain itu pemerintah juga melakukan metode sosialisasi mengenai pentingnya keterwakilan perempuan dalam dunia politik, sosialisasi yang dilakukan melalui berbagai cara baik melalui media konvensional tatap muka maupun secara digital.

Usaha yang dilakukan pemerintah tentunya membawa dampak yang cukup signifikan, wajah perempuan didunia politik dan parlemen terus mengalami kemajuan. Kehadiran perempuan sudah dianggap sebagai hal yang normal bahkan beberapa nama tokoh perempuan dalam dunia politik membawa citra yang positif melalui kinerja yang mereka tunjukan kepada publik. Tidak hanya jumlah keterlibatan perempuan di dunia politik yang terus mengalami perkembangan yang signifikan, kualitas kerja dari kepemimpinan perempuan di dunia politik dan parlemen juga harus diakui menunjukan kualitas yang sangat bagus. Dapat dikatakan bahwa dalam kepemimpinannya perempuan kerap kali menghadirkan inovasi dan pendekatan yang berbeda dari gaya kepemimpinan laki-laki. Pendekatan yang dilakukan perempuan dalam kepemimpinan mereka kerap kali berfokus pada konsensus, keadilan, dan inklusivitas. Perempuan dianggap sering melibatkan emosi tidak hanya berpikir secara logis dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

Melihat pola-pola yang telah ada dapat kita katakan bahwa perempuan harus bekerja dua kali lipat lebih keras dibandingkan laki-laki untuk membuktikan kelayakan mereka. Dalam sejarah panjang dunia perpolitikan di Indonesia perempuan terus dihadapkan dengan stigma-stigma negatif dari masyarakat. Label yang telah diberikan oleh kebudayaan patriarki kepada perempuan membuat perempuan terus diposisikan sebagai kaum yang berada di bawah standar, standar yang adapun jelas berpatok pada pola pikir patriarki yang telah mengakar. Baru pada era modern ini ketika aktivitas penyuaraan feminisme dan kesetaraan gender gencar dilakukan barulah jalan bagi perempuan di dunia politik terbuka lebar. Tentunya pembuktian yang dilakukan oleh kaum perempuan membutuhkan waktu yang lama dan melibatkan banyak lembaga guna mendukung adanya perubahan ini.

Baca Juga  Kadishub Sumut Memastikan Kesiapan Bandara Kualanamu dalam Menghadapi Arus Balik Lebara

Melihat usaha yang terus dilakukan oleh berbagai pihak guna menyuarakan kesetaraan gender di semua aspek kehidupan membuat kita sadar bahwa kesetaraan gender sangat penting untuk terus kita perjuangkan. Dengan terciptanya kesetaraan gender tentunya akan membawa banyak dampak positif dalam kehidupan bermasyarakat, kesetaraan gender merupakan salah satu tolak ukur suatu negara apakah negara itu sudah maju atau belum baik di bidang sosial, ekonomi, maupun politik semakin tinggi angka kesetaraan berarti negara tersebut telah mengalami kemajuan di berbagai sektor kehidupan. Guna untuk terus mendukung kesetaraan gender di Indonesia banyak cara yang dapat kita lakukan salah satu langkah awal yang dapat kita lakukan adalah dengan terbuka dengan informasi baru.

Masyarakat kita kerap kali enggan untuk menerima informasi baru dan memilih untuk tetap berpegang teguh dengan apa yang mereka percaya, padahal salah satu faktor utama pendorong perubahan dan perkembangan adalah dengan keterbukaan terhadap informasi baru. Selain itu dengan aktif menyuarakan gerakan kesetaraan gender melalui platform yang kita miliki juga dapat mempercepat terjadinya perubahan ini. Dengan terus menyuarakan hak-hak kesetaraan gender memungkinkan suara kita dapat didengar oleh pemerintah, yang mana pemerintahlah yang pada akhirnya memiliki peran yang paling signifikan dalam proses kesetaraan gender. Salah satu solusi yang bisa kita suarakan adalah dengan terus mendorong pemerintah untuk menerapkan kuota gender dalam dunia perpolitikan.

Kuota gender adalah suatu gerakan dimana pemerintah memberikan insentif kepada lembaga partai politik untuk menetapkan keseimbangan gender dalam partai politik. Semakin banyak perwakilan perempuan di dunia politik maka semakin besar kemungkinan bagi setiap gender menerima perlakuan yang sama dalam kehidupan bermasyarakat dan menerima hak serta perlindungan yang setara.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *