Peran Literasi Digital dalam Meningkatkan Daya Saing Ekonomi Digital Indonesia

JurnalPost.com – Dalam era masyarakat jejaring saat ini, mekanisme dalam memperoleh informasi dan mengolah data telah bergeser. Kemampuan adaptasi dalam arus informasi yang padat telah menjadi suatu kemampuan yang wajib. Keterampilan seperti membaca, menulis dan menghitung merupakan kemampuan dasar yang dipelajari oleh masyarakat sepanjang hidupnya, namun demikian perkembangan teknologi telah mendorong evolusi pada aspek ini. Kurikulum institusi pendidikan telah menyelaraskan dengan perkembangan teknologi, seperti menghilangkan konten yang telah outdated, memasukkan disiplin ilmu yang baru, dan berinovasi melalui alat dan teknik baru. Kondisi ini tercermin pada banyak sekolah umum di US, dimana metode penulisan kursif sudah tidak lagi diajarkan. Anak-anak sekarang belajar menulis dan mengetik menggunakan teknologi seperti tablet dan komputer, dan pada beberapa negara maju perlengkapan mengajar seperti papan tulis, kapur tulis dan whiteboard telah tergantikan oleh Promethean board (Bandura & Elena 2022).

Literasi Digital
Fenomena di atas memaknai telah terjadinya pergeseran masyarakat dalam media literasinya. Literasi didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, membuat, mengkomunikasikan dan menghitung menggunakan bahan cetak dan tertulis yang dikaitkan dalam beragam konteks (Pinney 2020). Dalam perkembangan teknologi saat ini dikenal pula istilah Literasi Digital, yang dimaknai sebagai pengetahuan terkait literasi yang telah dijelaskan diatas, dan kecakapan dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.

Menurut Buku Status Literasi Digital di Indonesia 2022 yang diinisiasi oleh Kominfo dan Katadata Insight Center (2022), status literasi digital di Indonesia pada tahun 2022 mengalami kenaikan menjadi 3,54 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dimana pengukurannya menggunakan empat pilar, yaitu :

1. Keahlian digital (Digital Skill). Pilar ini memaknai penguasaan terhadap keterampilan digital. Penguasaan terhadap teknologi informasi menjadi mutlak, kondisi ini juga diperkuat oleh perkembangan Artificial Intelligence (AI), machine learning, robot, big data dan teknologi cloud computing yang akan semakin meramaikan persaiangan lapangan pekerjaan tradisional, khususnya bagi memiliki keterampilan digital rendah. (Mihai et al. 2023).

2. Etika digital (Digital Ethics). Pilar ini menjadi penting, sebab telah terjadi banyak kasus terkait bagaimana penggunaan bahasa di sosial media yang tidak sesuai etika, termasuk fenomena kasus cyberbullying, cyberstalking dan kasus pelecehan melalui teknologi digital. Masyarakat juga perlu memahami privasi dalam konteks etika Adapun perkembangan AI juga mendapat sorotan. AI berpotensi berada pada persimpangan antara etika dan kepentingan umum, contohnya adalah pemanfaatan tracing apps yang memanfaatkan teknologi AI menjadi sebuah perdebatan antara privasi pasien dengan kebutuhan kesehatan yang lebih luas. (Stahl, 2021)

3. Keamanan digital (Digital Safety). Maraknya terjadi kasus penipuan serta kecurangan melalui media digital menandakan bahwa masyarakat masih perlu diberdayakan dalam keamanan digital. Edukasi terhadap perlindungan data pribadi menjadi hal yang mutlak sebab dengan perkembangan internet, menyebabkan kondisi borderless dan menjadi celah dalam keamanan digital. Munculnya internet telah memfasilitasi ledakan kejahatan online lintas batas negara yang mana perangkat, norma dan organisasi nasional dan internasionalnya belum ditetapkan dengan pasti (Macia & Goyal, 2021).

4. Budaya digital (Digital Culture). Pilar ini memaknai bagaimana teknologi digital juga dapat merepresentasikan budaya lokal setempat. Nilai-nilai dan pendekatan etika sangat dikedepankan dalam berinteraksi di era sosial media ini. Namun demikian dalam konteks yang lebih luas, terjadi kekhawatiran terhadap kebocoran kekayaan intelektual melalui teknologi yang dipaksakan (Ciuriak, 2021). Penekanan terhadap culture masyarakat agar dapat terbiasa untuk menggunakan produk yang asli dan menghindari penyebaran produk palsu, penggunaan software dan film bajakan juga perlu untuk diperhatikan, melihat bagaimana derasnya produk palsu yang tersebar di lokapasar saat ini.

Baca Juga  Transformasi Operasional: Peran Sentral Artificial Intelligence Dalam Meningkatkan Bisnis

Peluang Ekonomi Digital dan Perdagangan Elektronik
Indonesia memiliki jumlah pengguna Internet sebanyak 62,1% dari jumlah penduduk (BPS 2021) dan terus tumbuh tiap tahunnya. Tingkat Literasi Digital masyarakat Indonesia dan kesempatan akses dalam media digital mempengaruhi beragam sektor, termasuk sektor ekonomi digital.

Gambar 1. e-Conomy SEA 2023 Report. Sumber Ilustrasi : Google, Temasek, dan Bain & Company (2023)

Mengutip laporan dari Google, Temasek, dan Bain & Company (2023), yang menyatakan bahwa di tengah dampak hambatan makro yang terjadi, ekonomi Indonesia diperkirakan akan bangkit dan mencapai ~$110 miliar pada 2025, khususnya pada sektor e-commerce. Tentu sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia kian berpeluang untuk memaksimalkan dampak dari kemajuan teknologi digital dalam meraih manfaat ekonomi sehingga tingkat literasi digital masyarakat Indonesia sangat menentukan pencapaian peluang ini.
Kontribusi literasi digital terhadap perkembangan ekonomi digital

Melalui teknologi digital, saat ini masyarakat kita lebih terbiasa untuk mencari, mengolah dan memanfaatkan data, sehingga frasa data sebagai New Oil menjadi cukup umum.

Gambar 2. Google Trends dalam menyajikan perbandingan produk. Sumber Ilustrasi : Google Trends

Masyarakat saat ini dapat memanfaatkan big data untuk menjalankan riset secara berlapis, baik dalam cakupan lokal, provinsi maupun negara. Gambar 2, merupakan ilustrasi bagaimana untuk melihat perbandingan tingkat ketertarikan terhadap suatu produk dalam kategori shopping. Umumnya untuk melakukan riset skala nasional, dibutuhkan berbagai tingkat level survey dan juga pengolahan data, namun dengan literasi digital, masyarakat saat ini dimampukan untuk melakukan riset secara cepat dan mudah.

Melalui kemampuan literasi digital, masyarakat dapat memutuskan peluang ekonomi yang potensial untuk dikembangkan melalui perdagangan elektronik. Fenomena yang ditemukan pada survey status literasi digital di Indonesia oleh Kominfo dan Katadata Insight dapat ditransformasikan menjadi berbagai peluang ekonomi, antara lain :

1. Kecenderungan masyarakat untuk mengakses internet melalui handphone.

Gambar 3. Ilustrasi Penggunaan Handphone. Sumber Foto : PhotoMix Company/Pexels

Kondisi ini dapat menjadi rujukan masyarakat untuk memilih lokapasar (marketplace) yang memiliki mobile apps. Begitu pula apabila masyarakat ingin memasarkan produk maupun jasanya melalui website, perlu untuk memilih situs-web yang responsive terhadap user interface pada handphone/smartphone. Hal ini diperlukan untuk mempermudah pelanggan dalam mengakses informasi, sehingga peluang terjadinya transaksi semakin tinggi. Fenomena ini juga merupakan peluang ekonomi bagi developer aplikasi yang berbasiskan handphone, karena keahliannya semakin dibutuhkan.

2. Kecenderungan pola waktu akses internet tertinggi.

Gambar 4. Perbandingan Akses berdasarkan wilayah. Sumber Ilustrasi : Kominfo dan Katadata Insight Center

Kemampuan literasi digital semakin memampukan masyarakat untuk memetakan peluang tertinggi agar produknya dapat dilihat secara optimal. Adapun menurut gambar 4, Indonesia bagian Timur memiliki jumlah akses internet tertinggi pada pukul 10.01 s.d 12.00, dan untuk Indonesia bagian Barat dan Tengah memiliki waktu akses puncaknya pada pukul 19.01 s.d 21.00. Data ini dapat menjadi rujukan bagi masyarakat di Indonesia Barat, Tengah dan Timur untuk menentukan waktu yang tepat dalam mengiklankan produknya, baik melalui iklan di sosial media, seperti instagram, youtube, facebook dan juga menentukan waktu untuk live yang tepat, sehingga dapat menjangkau potensi penonton yang lebih banyak di berbagai wilayah.

3. Kebiasaan bermedia sosial dan mencerna berita daring.

Baca Juga  Sesi Tahunan AALCO ke-61 di Indonesia akan Bahas Sejumlah Isu Hukum Internasional
Gambar 5. Ilustrasi media sosial. Sumber Foto : Kerde Severin/Pexels

Perkembangan media sosial telah banyak mengalami perubahan. Dahulu fungsi teknologi informasi hanya digunakan untuk media komunikasi, namun kini berkembang sebagai sarana promosi, periklanan dan berkembang menjadi sarana hiburan (Saepudin et al. 2023). Adapun fenomena ini, ditangkap oleh industri dengan mengembangkan konsep platform yang dapat memfasilitasi proses transaksi yang umumnya dalam bentuk lokapasar (marketplace) hingga dapat merujuk langsung pada produk yang diulas oleh content-creator melalui sosial medianya sehingga mempermudah konsumen dalam mendapatkan produk dan mendorong konsep sosial-commerce (s-commerce).

4. Permasalahan Hoax

Gambar 6. Pusat informasi Hoax. Sumber Gambar : Kominfo.go.id

Penyebaran hoax masih menjadi suatu problematika tersendiri, karena dapat mengacaukan dan menjadi hambatan dalam perkembangan digital di Indonesia. Kondisi ini diperparah dengan perkembangan teknologi informasi yang dimanfaatkan pula untuk menyebarkan berbagai Hoax lain yang memecah belah kondisi persatuan di Indonesia, dan dalam kondisi ini literasi digital menjadi sangat penting. Salah satu cara untuk mengecek hoax dapat diakses melalui website kominfo.go.id yang aktif menyajikan beragam informasi yang telah resmi dinyatakan sebagai hoax.

Penutup
Sebagai bagian dari masyarakat global, masyarakat Indonesia tidak bisa terlepas dari pusaran evolusi teknologi informasi. Adaptasi literasi digital menjadi penting untuk dapat bersaing dalam era masyarakat jejaring saat ini. Tingkat literasi digital masyarakat menjadi basis bagi kemampuan masyarakat Indonesia dalam mengembangkan diri untuk mempelajari, memahami, memetakan, memitigasi resiko, dan juga menetapkan strategi yang tepat untuk bersaing dalam perdagangan elektronik saat ini.

Profil Penulis

Ancelmus Andi Pratama, S.Kom merupakan seorang Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda Kemendesa PDTT, saat ini menempuh pendidikan Program Minat Master of Arts in Digital Transformation and Competitiveness di Hubungan Internasional UGM. Pendidikan S1 di Ilmu Komputer FMIPA Universitas Udayana

Referensi :
Bandura, R., & Leal, E. I. M. (2022). The Digital Literacy Imperative. Center for Strategic and International Studies (CSIS). http://www.jstor.org/stable/resrep42041
Ciuriak, D. (2021). Intellectual Property and the Digital Economy: Five Issues for International Norms and Trade Rules. In SSRN Electronic Journal. Elsevier BV. https://doi.org/10.2139/ssrn.3923127
Google, Temasek, Bain & Company. (2023). E-Conomy SEA 2023. Diakses pada 2 Mei 2024. dari https://services.google.com/fh/files/misc/e_conomy_sea_2023_report.pdf
Kemenkominfo. (2024). Laporan Isu Hoax. Diakses pada 2 Mei 2024. dari https://www.kominfo.go.id/content/all/laporan_isu_hoaks
Kemenkominfo dan Katadata Insight Center (2022). Status Literasi Digital di Indonesia 2022.
Macia, D. G., Goyal, R. (2021). Finance; Development, March 2021. In Finance; Development (Vol. 0058, Issue 001, p. 1). International Monetary Fund (IMF). https://doi.org/10.5089/9781513566498.022
Mihai, F., Aleca, O. E., & Gheorghe, M. (2023). Digital Transformation Based on AI Technologies in European Union Organizations. In Electronics (Vol. 12, Issue 11, p. 2386). MDPI AG. https://doi.org/10.3390/electronics12112386
Pinney, L. (2020). Is literacy what we need in an unequal data society? In M. Engebretsen & H. Kennedy (Eds.), Data Visualization in Society (pp. 223–238). Amsterdam University Press. https://doi.org/10.2307/j.ctvzgb8c7.20
Saepudin, E. A., Hartoko, G. ., & Amelia Putri, R. . (2024). Analisys of government policy based on permenag number 31 of 2023 to close tiktok shop in an effort to save conventional traders in Indonesia. Journal of Law Science, 6(1), 153-158. https://doi.org/10.35335/jls.v6i1.4549
Stahl, B. C. (2021). Artificial Intelligence for a Better Future. In SpringerBriefs in Research and Innovation Governance. Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-69978-9

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *