Literasi Digital Jadi Senjata Ampuh Pemilih Muda dalam Menangkal Hoaks Pemilu 2024

JurnalPost.com – Literasi digital merupakan kunci utama bagi pemilih muda dalam menangkal hoaks yang marak menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Indonesia. Kehadiran internet dan media sosial, yang seharusnya menjadi sarana peningkatan demokrasi, ternyata juga membawa dampak negatif berupa penyebaran informasi palsu atau hoaks. Meskipun internet memberikan kemudahan dalam penyebaran informasi dan proses pendidikan politik, namun kurangnya kehati-hatian dalam mengonsumsi informasi dapat membahayakan integritas pemilu dan mempengaruhi kualitas demokrasi.

Menurut Menkominfo Budi Arie Setiadi, hingga tanggal 2 Januari 2024, telah ada 203 isu hoaks terkait Pemilu 2024 yang telah diidentifikasi dan ditangani. Jumlah sebaran konten hoaks mencapai 2.882 di berbagai platform digital. Dengan tingginya jumlah isu hoaks, keberadaannya bukan hanya sebagai ancaman terhadap proses demokratisasi, tetapi juga memiliki potensi untuk memecah belah masyarakat. Pemilu yang seharusnya menjadi wadah ekspresi demokratis malah menjadi medan pertempuran informasi yang tidak sehat.

Pentingnya literasi digital menjadi semakin nyata mengingat sasaran utama penyebaran hoaks adalah masyarakat dengan tingkat literasi yang rendah. Pemilih muda, yang sebagian besar merupakan pengguna internet, menjadi rentan terpapar informasi palsu. Terlebih lagi, kehadiran netizen jahil dan konten hoaks yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) semakin menambah kompleksitas permasalahan. AI dapat dengan mudah meniru suara publik figur, menciptakan konten yang sulit dibedakan dari informasi asli.

Dalam konteks ini, literasi digital bukan sekadar pemahaman tentang penggunaan alat komunikasi dan jaringan internet. Literasi digital mencakup kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi, menggunakan, membuat, dan memanfaatkan informasi digital dengan bijak, cerdas, cermat, serta tepat sesuai kegunaannya. Penerapan literasi digital akan membantu masyarakat menjadi lebih kritis dalam menyaring informasi yang mereka terima, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh hoaks dan berbagai informasi palsu.

Baca Juga  Dari Surabaya Untuk Nusantara: Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga, Bentuk Pengabdian Masyarakat dan Penerapan Multidisiplin

Dengan populasi 153,7 juta pengguna internet di Indonesia yang usianya 18 tahun ke atas, sebagian besar di antaranya merupakan pemilih pemula, penting bagi pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk fokus pada peningkatan literasi digital. Menyadari bahwa 52 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Nasional untuk Pemilu 2024 adalah pemilih muda, pemberdayaan mereka dengan literasi digital menjadi krusial.

Literasi digital tidak hanya berperan dalam menangkal hoaks, tetapi juga menciptakan pemilih muda yang lebih paham dan terinformasi tentang proses demokrasi. Kemampuan untuk mengevaluasi informasi, memahami isu-isu politik, dan berpartisipasi secara aktif dalam diskusi publik dapat menjadi kontribusi positif dari pemilih muda teredukasi. Dengan literasi digital, mereka dapat memahami perbedaan antara informasi yang dapat dipercaya dan hoaks, sehingga mampu membuat keputusan yang cerdas ketika mencoblos di tempat pemungutan suara.

Pemerintah, lembaga pendidikan, dan media massa memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi digital. Program-program pendidikan yang fokus pada literasi digital, seminar, dan kampanye penyuluhan perlu ditingkatkan agar pemilih muda dapat mengasah keterampilan kritis mereka dalam menghadapi arus informasi yang kompleks di era digital ini.

Dengan mengedepankan literasi digital, pemilih muda dapat menjadi agen perubahan positif dalam proses demokratisasi. Mereka tidak hanya menjadi korban potensial dari penyebaran hoaks, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas pemilu dan memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia. Literasi digital adalah senjata ampuh yang dapat menjadikan pemilih muda sebagai kekuatan yang membentengi demokrasi dari ancaman hoaks di Pemilu 2024 dan masa depannya.

Penulis: Ardi Afriansyah

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *